Daerah sekeliling Borobudur itu sekarang ada yang bernama Tanjung (Tanjungsari), Karang, Bumisegoro, Sabrangrowo, dan sebagainya. Secara toponimi (asal-usul nama daerah), jelas mengindikasi adanya telaga/rawa di sekitar itu.
Adalah van Bemmelen, diilhami oleh penelitiannya di wilayah Bandung tahun 1933,
berhipotesis bahwa Telaga Borobudur terjadi akibat bendungan piroklastika Merapi menyumbat aliran Kali Progo di kaki timurlaut Perbukitan Menoreh. Itu terjadi sebelum Borobodur didirikan tahun 830-850. Dan adalah van Bemmelen juga yang berhipotesis (bisa dibaca di bukunya : the Geology of Indonesia) yang menyebutkan bahwa piroklastika Merapi pada letusan besar tahun 1006 telah menutupi danau Borobudur menjadi kering dan sekaligus menutupi candi ini – lenyap dari sejarah, sampai ditemukan kembali oleh tim van Erp pada tahun 1907-1911. Kalau melihat gambar peta dan penampang geologi volkano-tektonik Gunung Merapi (van Bemmelen, 1949), akan tahulah kita bahwa ”nasib” Borobudur sepanjang sejarahnya telah banyak ditentukan oleh merosot-runtuhnya dinding baratdaya Merapi.
Hasil kajian geologi yang dilakukan Ir Helmy Murwanto MSc, Ir Sutarto MT dan Dr Sutanto dari Geologi UPN ‘Veteran’ serta Prof Sutikno dari Geografi UGM membuktikan, keberadaan danau di kawasan Candi Borobudur memang benar adanya. Penelitian itu dilakukan sejak 1996 dan masih berlanjut sampai sekarang. Bahkan, tahun 2005, penelitian tentang keberadaan danau purba itu oleh Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Jawa Tengah, CV Cipta Karya dan Studio Audio Visual Puskat, dibuat film dokumenter ilmiah dengan judul ‘Borobudur Teratai di Tengah Danau’.
Yang diteliti adalah endapan lempung hitam yang ada di dasar sungai sekitar Candi Borobudur yaitu Sungai Sileng, Sungai Progo dan Sungai Elo. Setelah mengambil sampel lempung hitam dan melakukan analisa laboratorium, ternyata lempung hitam banyak mengandung serbuk sari dari tanaman komunitas rawa atau danau. Antara lain Commelina, Cyperaceae, Nymphaea stellata, Hydrocharis. “Istilah populernya tanaman teratai, rumput air dan paku-pakuan yang mengendap di danau saat itu,” katanya.
Penelitian itu terus berlanjut. Selain lempung hitam, fosil kayu juga
dianalisa dengan radio karbon C14. Dari analisa itu diketahui endapan
lempung hitam bagian atas berumur 660 tahun. Tahun 2001, Helmy melakukan pengeboran lempung hitam pada kedalaman 40 meter. Setelah dianalisis dengan radio karbon C14 diketahui lempung hitam itu berumur 22 ribu tahun. “Jadi kesimpulannya, danau itu sudah ada sejak 22 ribu tahun lalu, jauh sebelum Candi Borobudur dibangun, kemudian berakhir di akhir abad ke XIII,” katanya.
Kenapa berakhir, kata Helmy, karena lingkungan danau merupakan muara dari beberapa sungai yang berasal dari gunung api aktif, seperti Sungai Pabelan dari Gunung Merapi, Sungai Elo dari Gunung Merbabu, Sungai Progo dari Gunung Sumbing dan Sindoro. Sungai itu membawa endapan lahar yang lambat laun bermuara dan menimbun danau. Sehingga danau makin dangkal, makin sempit kemudian diikuti dengan endapan lahar Gunung Merapi pada abad XI. Lambat laun danau menjadi kering tertimbun endapan lahar dan berubah menjadi dataran Borobudur seperti sekarang.
Menurut Helmy, pada saat dilakukan pengeboran, endapan danaunya banyak
mengeluarkan gas dan air asin. “Tapi lambat laun tekanannya berkurang, dan sekarang kita pakai sebagai monumen saja,” katanya.
Ditargetkan, pada penelitian berikutnya akan diteliti luasan danau kaitannya dengan sejarah perkembangan lingkungan Borobudur dari waktu ke waktu, mulai air laut masuk sampai laut tertutup sehingga berkembang menjadi danau, kemudian danau menjadi rawa dan menjadi dataran.
* Disunting dari berbagai sumber
** gambar diambil dari kartu ucapan

Agustus 4, 2007 at 9:40 pm
Konsep bangunan candi menyerupai bunga teratai, tapi mengapa teratai dan di tengah danau? apa tujuannya? bukankah banyak tempat lain yang sebetulnya layak juga untuk dijadikan tmpat untuk bangunan candi? seperti misalnya lereng merapi? Karena juka dibandingkan dengan Hindu, bangunan candi merupakan tempat sekolah atau menuntut ilmu, nyepi…seperti dieng, candi songo dll..
Agustus 6, 2007 at 8:39 am
komen anda sangat menggelitik, terima kasih.
saya bukan penganut Budha sehingga kurang memiliki pemahaman tentang ajaran-ajaranya. sepintas, dalam agama tersebut, bunga teratai memiliki tempat tersendiri. Di relief candi, di film Kera Sakti dan beberapa literatur sering digambarkan Budha bersila di atas bunga teratai. barangkali ada rekan yang lebih paham berkenan menambahkan di sini?
pemilihan lokasi candi dan bangunan penting lainnya tentu tidak sembarangan. Ada kompetensi tertentu yang harus dipenuhi untuk dapat mengemban tugas menjadi “juru” pemilih ini. kalau sekarang ada ilmu planologi, feasibility study dll, dulu dikenal konsep mandala dan ritual “laku” dalam setiap “pekerjaan besar” seperti ini.
Agustus 8, 2007 at 4:44 pm
Mesti lebih diperkaya nih situs ini dengan laporan ttg agama buda di borobudur dan masih adakah keturunan para pembuat candi itu. dimana?
Agustus 10, 2007 at 8:27 am
setuju. Dari nick name dan alamat email ini posisi Anda sekarang ada di Borobudur. barangkali punya info yang bisa dishare? terima kasih.
Oktober 3, 2007 at 12:40 am
namanya juga teratai mas,..kan layaknya di tengah danau gitu….seperti borobudur yang kalau dilihat dari atas bebrbentuk bunga teratai
Oktober 31, 2007 at 5:13 pm
Wah, saya kurang paham nih, cuma tadi iseng2 aja baca-baca Artikel diatas, sekalian kasih koment, eh taunya ga tau mau komen apa
…!!! Maaf geh..
November 5, 2007 at 3:43 pm
numpang nimbrung…
Teratai memang salah satu dari simbol-simbol yang dipakai dalam penghormatan (puja) agama Buddha, melambangkan kesucian, mengingatkan umat Buddha untuk senantiasa menjaga pikiran dan hati tetap bersih meski berada di lingkungan yang ‘tidak bersih’
Borobudur sendiri dibangun dengan tingkat-tingkat yang juga melambangkan tahap-tahap yang harus dilalui oleh seorang manusia untuk mencapai tujuan tertinggi yaitu Nibbana/Nirvana (padamnya semua nafsu), dilambangkan dengan puncak stupa Borobudur yang polos tanpa relief atau bentuk2, sebagaimana pikiran manusia yang telah terbebas dari bentuk-bentuk kekotoran batin.
November 19, 2007 at 2:56 pm
borobudur,selalu saja menyimpan banyak pertanyaan yang diharapkan segera berjawaban. sebagai anak magelang,aq msh bangga dengan kebesarannya,tp tolong nyuk bareng2 jaga kebersihan dan keindahannya. bsma kita cari, sebenarnya ada apa di balik borobudur. anda ada inpo,aku sllu menantinya.
salam.
magelanger,satari
Desember 13, 2007 at 9:49 pm
aQ kagum banget ma borobudur,coz pada zaman dulu teknologi kan belum berkembang seperti sekarang tapi candi itu bisa dibangun segitu megahnya walaupun membutuhkan jangka waktu yang lama. makna candi itu begitu dalam cotohnya yang sudah banyak diketahui orang2 yaitu tingkatan untuk mencapai budha yang memiliki beberapa tahapan. itu hanyalah sebagian makna yang kecil dan masih banyak filosofis lainnya lagi.
orang luar negri juga berpendapat bahwa candi borobudur sangatlah menarik dan salah satu tempat yang harus ia kunjungi selama hidupnya. kemungkinan candi berada ditengah rawa itu ada klo mnrut saya sec coz klo dihubungkan dengan teratai, teratai juga hidup didalam air dan bunganya menjulang di permukaan air yang memiliki arti bagi agama budha..
candi borobudur itu memang keren…jangan sebut warga indonesia jika kamu tidak kagum dan tidak berniat mengunjungi tempat yang bersejarah itu,,,ok….
Januari 2, 2008 at 2:11 pm
kalo bleh tau,yang buat candi borobudur siapa????????????saya pnasaran dngan bntuknya yang sangat berkelas…..
Januari 3, 2008 at 10:20 am
@ satrya
Dongeng setempat mengatakan Gunadharma lah yang memimpin pembuatan candi ini di jaman Sailendra pada akhir abad ke-8. Menurut seorang akademisi Belanda, nama Gunadharma adalah murni bahasa Sansekerta. Dengan demikian dongeng rakyat tersebut diduga kuat bersumber dari fakta sejarah, sebab dongeng rakyat yang semata-mata dongeng hanya menampilkan figur nama lokal/setempat.
Februari 14, 2008 at 6:26 am
Trimakasih atas kunjungan ke blog saya. Alhamdulillah kunjungan ke blog ini saya bisa mendapatkan ilmu. (sekalian minta ijin ubtuk saya jadikan kutipan di proposal saya). Kebetulan saya sedang buat proposal ke PU untuk penyusunan Zoning Regulation kawasan Borobudur. Dinas pariwisata sudah tetapkan Borobudur sebagai Kawasan Cagar Budaya, tetapi hanya sebatas areal Borobudur saja. Tentunya diperlukan pengamanan dan penataan kawasan sekitarnya agar cagar budaya ini tidak rusak atau berkurang nilainya oleh pembangunan kawasan sekitarnya yang tidak tertata.
Saya perlu masukan bagaimana mendeliniasi sampai radius berapa perlu diatur zoning regulationnya ? Juga ada kaedah khusus tidak untuk menata kawasan sekitarnya ? tentunya ini sangat terkait dengan sejarah, fungsi dan mungkin ada ritual-ritual khusus yang diperlukan yang terkait dengan situs cagar budaya borobudur ini.
[bumisegoro] dengan senang hati, monggo. barangkali zoning menyesuaikan konsep yang sudah ada: mandala. good luck
Maret 8, 2008 at 12:00 pm
kalau menurut gw,,,,,,,
candi borobudur dah ada sebelum lo lo pade blon lahir,,,,,,,,,jadi gak usah ambil pusing…
key………
Mei 30, 2008 at 12:32 pm
Saya kagum sama teori tentang danau Borobudur. Terbayang oleh saya alangkah indah dan anggunnya bangunan yang fenomenal ini dikelilingi oleh air. Bagaimana ya …. suasananya kalau matahari terbit atau tenggelam… pasti indah sekali. Salut aja sama hasil karya para pendahulu. Hebat.
Juni 26, 2008 at 7:54 pm
Salut atas keuletan para pendahulu kita yang menyamai kejayaan firaun (moga2 komenku bener ya:-)
Oya, kalo buat perbandingan, hasil karya bangunan spektakuler apa ya yang dibuat di jaman komputer ini? eiffel si kalah hebat menurutku..
Juli 28, 2008 at 8:26 am
borobudur itu bagus…. dket sama rumah saya!!! menurut nenek, borobudur adalah bangunan yang jatuh dari kayangan, karena itu sekitar borobudur menjadi cekung dan dialiri air,sehingga terbentuklah danau..
[bumisegoro] emang rumah di mana boz?
Juli 28, 2008 at 9:08 am
molekum,
ney Qta KUBOCAN(kmpulan bocah2 cantik)
mnrt Qte2,qt maNut elu2 za dech coz Qt wkt itcu mcih baby.so0 lp,w0nk sjrh klahiran Qt ndiri ae lp lh0.eiy low mou tau sjrh QT,hub aza to;085731621200,so pst lngsung QT Lezt,
o0pst,,,home QT ditownhall s0 jolup low elu2 pd nyasar,mmpir yap low mcih bngung hub kapolsek stempat key(im3 murah lho)
Juli 31, 2008 at 1:07 pm
Trus makna relief yg ada di candi borobudur ada cerita ttg perang nya!
Katanya dahulu pas pembuatan candi banyak mahluk2 gaib (jin,setan,pasukan Nyi Roro Kidul,dll) yg ikut bantu bikin candi n ga pake semen tapi pake putih telur utk tempel batu2 candi nya. Yg bikin gw excited, seni arsitek nya keren,seniman nya jago n punya cita rasa seni yg tinggi bgt.
Agustus 9, 2008 at 6:43 pm
Wah!!
Sya btul2 berterima kasih bgt ama info nya..
Saya disuruh buat informative speech ttg borobudur utk tmen2 saya yg dr RRC..
Sumber nya ya situs ini..
Alhamdulillah,mreka pny rencana mengunjungi borobudur selain Bali..
saya sendiri kagum krn ‘teratai’ nya..
Keren!!
Agustus 30, 2008 at 2:02 pm
Magda Berkata: Bukan jin non…
Emang udah tanyak ama jin apa kalau dia ikutan bangun borobudur??
Borobudur adalah salah satu bukti bahwa peradapan kita dulunya sudah maju.. baik dari perekonomian, teknologi, dan budayanya.
Gitu..
yah..
jangan percaya ama mitos, tapi percayalah sama science
Oke
September 11, 2008 at 8:54 am
[...] MISTERI CANDI BOROBUDUR [...]
September 15, 2008 at 12:04 pm
MENURUT SAYA CANDI BOROBUDUR MERUPAKAN CANDI YANG TERMEGAH DAN TERINDAH DI DUNIA MAKA DARI ITU KITA SEMUA HARUS MENJAGANYA TAPI SAYANG ,ORNG ORANG YANG BERWISATA KE CANDI BOROBUDUR BANYAK YANG KURANG DISIPLIN MEREKA JOROK JOIROK BUANG SAMPAH SEMBARANGAN
September 17, 2008 at 6:40 pm
Mengenai Teratai adalah lambang dari kesucian, di Yogya juga ada jalan teratai, di beberapa kota juga mempunyai nama jalan yang sama, teratai sendiri juga mempunyai peran dalam peradaban masyarakat jawa. namun sebagian dari masyarakat jawa “ora ngenali jawane, ora ngrumangsani jawane, ora ngugemi jawane”. jawane…punya maksud pemahamannya, maksud dan tujuannya.
teratai hidup di air, karena sumber kehidupan adalah berasal dari kesucian jiwa dan pikiran sang manusia untuk memahami simbolik dan pengultusan dari sesepuh kita.
tidak hanya merawatnya, mencintai namun juga harus memahami ‘budaya’ adalah kekayaan yang lebih bernilai dari emas, karena memahami dan mengugemi budaya suatu saat akan mempunyai hasil yang jauh lebih mahal dari emas.
kalau ditanya arti dari teratai, perhatikan dengan seksama dan mensyukuri, pasti akan mendapat jawaban dari sang kuasa
September 18, 2008 at 8:50 pm
gmn y caranya membangun candi itu sendiri padahal ketika dia runtuh kita tdk tau posisi dan bentuk semula sebelum terkubur/hancur.mungkin g klo yg sekarang posisi dan bentuk bangunannya beda dngn sebelum hancur/roboh
September 28, 2008 at 3:07 am
Saya kok lebih suka dengan lapisan KARMAWIBANGGA……ada yang bisa kasih info kenapa ditutup dahulu, kalo karena porno reliefnya kenapa dibuat….????
Oktober 6, 2008 at 7:02 am
aku tuh iseng2 buka situs ini karena dapat e-mail ttg “10 Most Temples of The World” salah satunya adalah Borobudur yg menempati urutan ke-7, sementara Prambanan diurutan ke-3, ga jelas sih kriteria apa yg menempati kedua candi tsb dlm posisi tsb.
disitu terbentik untuk mencari tahu misteri dibalik borobudur, kok sepertinya bangunan kuno di indonesia banyak menyimpan misteri ya…
cukup puas sih dengan blog ini, walau rasa penasaran masih ada. jadi baru ngeh aja kalo bentuknya mang mirip teratai n ngebayangin ada danau purbanya segala, duh kok jadi merinding ya….hehehehehe
Oktober 22, 2008 at 3:44 pm
kita sebagai anak bangsa indonesia harus tau sejarah
aku tau pasti dari borobudur bahwa borobudur itu ada, telah ada kehidupan ribuan taun yang lalu, budaya dan kepercayaan terhadap agama
November 13, 2008 at 9:22 pm
y………….
bnr skli……….
semua sejarawan harus mengetahui itu smw nya……..
di karenakan,antisipasi pertanya’an2 yg timbul…….
yg seperti ini……….
November 14, 2008 at 1:44 pm
bagus ya candi borobudur it. w jd pingin ke sana lagi dech
September 20, 2009 at 10:30 pm
CANDI ITU KAN PENINGGALAN SEJARAH BANGSA INDONESIA . JADY MUMPUNG SEKARANG LAGY LIBUR KESANA AJE.
Desember 24, 2008 at 2:55 pm
candi borobudur
cakep yaaaaaaaaaaaaa
disana penuh misteri sereeeeeeeeeeeeeeeem
Januari 16, 2009 at 4:03 pm
Boleh dibilang,candi Borobudur merupakan karya agung arsitektur pendahulu kita ditanah jawa. Begitu indah setiap dtail pahatan di candi tersebut. Begitu juga dengan candi-candi lainnya. Semua itu mengisyaratkan kejayaan pada pd msa tersebut. Satu hal lagi yg membuat saya tertarik adalah bahasa sansekerta..bahasa yang ‘indah’
Januari 18, 2009 at 8:01 am
hey whatever the mistery in there but one thing that i know is borobudur is one of amazing thing in this world and located in indonesia so we have to proud of it and keep it for the exist forever.^_^
Januari 28, 2009 at 10:25 pm
katae tu waktu borobudur ditemukan itu baru 1/5 dari seluruh bentuk borobudur..
katae jg tu di bwh tanah yang di sekitar borobudur itu masi ada “sisa” bangunan yang lain??
bener kagak??
aku dari dulu nyari itu tapi gak ada yang memuaskan
Februari 10, 2009 at 8:26 am
Sudah saatnya taklagi menyebut “candi” pada Borobudur, karena Borobudur merupakan bangunan budhis, dan orang budhis tidak mengenal “candi”. Yang tepat adalah “vihara”, karena memang Borobudur adalah sebuah vihara.
Penyebutan “candi” pada Borobudur berawal dari kekeliruan budaya Inggris dan Belanda yang tidak memiliki kosakata padanan untuk kata “vihara”. Jadi “vihara” diterjemahkan dengan kata “temple”, dan pada saatnya –karena orang Indonesia belajar sejarah dari Belanda dan literatur Inggris– menerjemahkan kata “temple” ke dalam kata “candi”.
Candi sendiri sebagai bangunan, ia adalah bangunan khas Hinduis. Candi sebagai salah satu bentuk bangunan keagamaan Hinduis. Jadi maaf, jika kita masih menyebut “candi” untuk Borobudur, itu serupa menyebut “gereja” untuk (masjid) Istiqlal.
Bagaimana saudara?
[bumisegoro] Istilah atau kata candi berasal dari bahasa sansekerta candika graha. Candika adalah sebuah sebutan yang memuliakan Dewi Durga. Dewi Durga sendiri ada dalam ajaran agama Hindu. Dalam hal ini saudara tidak salah dan sebagian yang ngerti emang membedakan candi dengan biara. tapi masyarakat jawa tengah dan yogya pada khususnya sudah kadung mengidentikkan bangunan klasik masa-masa itu dengan istilah candi. bahkan sampai ada yg menggeneralisir ke semua bangunan klasik dengan batu/bata bertumpuk sebagai candi. terima kasih
Februari 14, 2009 at 1:09 pm
meNuruT gw BoRobuDur itU adaLah sakSi peRadaBan.
ga Da SaTU pun CaNdi yaNg puNya daya taRik magiS sePerti BorobuDur.
taPi sayaNgnya kOq juStru haRta yaNg berHarga sPerti itU maLah dikotoRi oLeh maNUsia2 yaNg ga pUnya jiWa diSipLIn.
taPI gw seNeng baca aRtikeL ini,dan gw maU aRtikel ini lebiH di perLUas lagi deNGan stateMen2 iLmiah laiNnya ttg miSteri bOrobuDur yang LaiNNya…
Februari 28, 2009 at 3:41 pm
Aku setuju ama opini_nya magda…
Guruku juga pernah bilang kalau dulu untuk nempelin batu-batunya pakai putih telur…
Maret 8, 2009 at 1:01 am
teratai merupakan bunga yg konsep kehidupannya sangat dikagumi dlm agama budha.
karena dalam kehidupannya bungga teratai bersinggungan langsung denga 3 unsur yang paling penting di muka bumi. yaitu air, tanah dan udara…..
itu sedikit pengetahuan yang saya tau menggenai konsep teratai. jikalau ada yg ingin menambahkan… silahkan saja…
Maret 30, 2009 at 1:47 pm
Aku kagum pada candi borobudur. tapi yang aku pertanyakan, apa ada kaitan erat antara bangunan candi dengan kerajaan Tunjung Biru?
[bumisegoro] bukannya kerajaan Tunjung Biru ada di Lombok Tengah?
April 1, 2009 at 6:19 pm
Q pnGen TnY..,,
apa BnaR kaLo QTa biSa nYenTuH paTunG yG ada di daLem sTupa iTu n nGunGkaPind smW peRmiNta”n Qt, pa peRminTa”n qTa biSa dikaBuLin???
Q cma dnger2 ajja CicH…,,
Juli 13, 2009 at 11:03 am
sbenrnya borobudur ttu
bangunanth budha pa hindu sich ??
Agustus 10, 2009 at 11:55 am
boleh saya berkomentar lain?
(boleeehh…-red)
ada relief di borobudur yang menyebut tentag sorga dan neraka, ada yang mengisahkan orang yang banyak meng-hibah akan dipotong lidahnya ketika mati, konsep sorga neraka ini tidak ada dalam ajaran budha, karena ajaran budha hanya menyatakan reikarnasi saja.
percaya atu tidak , bahwa candi ini yang membangun adalah seorang Nabi, Nabi dijamannya tentunya.
ada 4 tingkat dalam borobudur: 1. syariat, 2. hakikat, 3 thariqat, 4, adalah makrifat, ini adalah tingkatan terakhir dimana semuanya menjadi satu dan tertinggi.
kenapa patung-patung di candi mengarah ke sleman dan wonosobo?? sleman = sulaiman, wonosobo ratu saba’? entah ini pas atau kebetulan, kemudian saya mau tanya?, ini kerajaan nabi sulaiman apa bukan, waAllahua’lam bishowab..karena tidak ada yang menyebutkan keberadaan nabi sulaiman di arab atau di indonesia…Quran itu cerita luas,,tidak sekedar di arab saja, karena Allah SWT yang mencipatakan segalanya….
September 6, 2009 at 4:40 pm
kalo masih da orang tanya tentang borobudur, yah…..bisa di bilang tu orang katro BGT n gak pernAH belajar sejarah….
tararengkyu nYa Mereun….
September 18, 2009 at 9:11 pm
kalo anda tertarik kode bentuk bangun geometri matematika,,,…. gunakan internet map gooogle earth…. tariklah garis lurus dari sudut rukun syam (ka’bah) ke sudut hajar aswad (ka’bah) lalu teruskan sampai magelang…. hingga tepat ke puncak borobudur…
itu akan men-sah-kan penelitian lebih lanjut tentang borobudur dan ka’bah
September 20, 2009 at 10:26 pm
AKU PENGEN TANYANI PD TANGGAL BERAPA CANDY TERSEBUT DI BUAT EN SIAPA YANG MEMBUAT ,MENURUT CERITA YANG W BACA SI DI BUAT OLEH JIN MANG BENER.
Oktober 19, 2009 at 11:56 am
wow, ternyata borobudur menyimpan banyak misteri….
ungkapkan juga semua misterinya termasuk
prambanan juga dong… mungkin akan menambah daya tarik buat generasi muda agar memahami sejarah
Oktober 30, 2009 at 2:38 pm
sbgai anak Indonesia,W seneng&bangga bgt karna Candi Borobudur dah terkenal sampai luar negeri, n, W jg salut ma orang dulu karna bisa bikin bangunan semegah Candi Borobudur.
Q harap generasi muda jg bangga pada kekayaan yg dimiliki ma Bangsa Indonesia.
0k!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
November 25, 2009 at 2:26 pm
tq y… mski g jelas tp cukup mbantu