Kubrosiswo merupakan kesenian tradisional berlatar belakang penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa. Kubro berarti besar dan siswo berarti siswa atau murid, mengandung arti murid – murid Tuhan yang diimplementasikan dalam pertunjukan yang selalu menjunjung kebesaran Tuhan. Kubro sisiwo merupakan singkatan dari Kesenian Ubahing Badan Lan Rogo (kesenian mengenai gerak badan dan jiwa), sarana untuk mengingatkan umat islam dan manusia pada umumnya agar menyelaraskan kehidupan dunia dan akhirat.
Termasuk salah satu jenis kesenian tradisional khas Magelang. Konon, berasal dari daerah sekitar candi Mendut. Sejak tahun 1965 kesenian ini sudah ada di daerah Borobudur dan sekitarnya. Kapan dan dimana tepatnya diciptakan belum ada keterangan yang pasti.
Kubrosiswo juga sering dikaitkan dengan Ki Garang Serang, prajurit Pangeran Diponegoro yang mengembara di daerah Pegunungan Menoreh untuk menyebarkan Agama Islam. Dalam pengembaraannya, beliau memasuki hutan lebat yang masih banyak di huni oleh binatang buas. Ketika hutan itu dibakar, terjadilah pertentangan antara Ki Garang Serang dengan sekelompok binatang buas. Tetapi karena kesaktiannya, maka para binatang buas dapat tunduk dan mengikuti perintah beliau.
Selain menyebarkan Agama Islam, beliau juga berjuang mengusir penjajah. Tidak heran jika irama gerak dalam kubrosiswo bercirikan tarian prajurit yang ritmis dan padu dengan musik yang menggugah semangat. “roh” Kubro Siswo yang bersifat spiritual, enerjik dan genit.
Kesenian ini umumnya dipentaskan pada malam hari dengan durasi kurang lebih 5 jam dan ditampilkan secara massal, dengan musik pengiring mirip dengan lagu perjuangan dan qasidah, tetapi liriknya telah diubah sesuai misi Islam. Kesenian ini diiringi dengan bende, 3 buah dodok dan jedor. Dandanan mereka seperti tentara pada jaman keraton, tapi dari pinggang kebawah memakai dandanan ala pemain bola tak lupa ada “kapten” yang memakai peluit. Selain memadukan antara tari-tarian dan lagu serta musik tradisional, terdapat juga atraksi-atraksi yang menakjubkan. Diantaranya mengupas kelapa dengan gigi, naik tangga yang anak tangganya terdiri dari beberapa berang (istilah jawa bendho) dan yang lebih menariknya lagi beberapa penarinya ada yang kesurupan (ndadi, trance) atau kemasukan roh.
Adegan kesurupan ini merupakan penggambaran peperangan si Ki Ageng Serang dengan binatang –binatang buas perbukitan Menoreh, bedanya si binatang digantikan oleh pemain berbaju singa atau kerbau (kewanan). Seiring lecutan pecut dan bau kemenyan maka, menarilah binatang – binatang tersebut. Mereka akan unjuk kesurupannya dengan cara yang macam- macam. pemain yang kesurupan ada kecenderungan untuk mendekati jedor atau alat musik lain yang ramai dibunyikan saat itu.
Di akhir acara pawang akan memaksa para binatang untuk mendekati sebuah gentong, yang ternyata berguna untuk melepas roh asing yang menempel pada tubuh si penari. Ketika tubuh si penari berhasil dipaksa mendekati gentong dan doa pun di panjatkan, maka ia akan terkulai lemas. Ketika semua penari berhasil disembuhkan maka selesailah acara tersebut.
Dalam lagu yang dinyanyikan itu, terdapat beberapa pesan-pesan dakwah. Pesan yang diharapkan mampu mempengaruhi segi kognitif para penontonnya, terutama dalam hal pengetahuan keagamaan.
Salah satu contoh syair lagu dalam Kubro Siswo adalah :
Kito Poro Menungso
(Kita Semua Manusia)
Kito poro menungso ayo podo ngaji
(Kita semua manusia ayo mengaji)
Islam ingkang sampurno pepadanging bumi
(Islam agama yang sempurna, memberi cahaya bagi bumi)
Ayo konco-ayo konco ojo podo lali
(Ayo kawan-ayo kawan jangan sampai lupa)
Lali mundhak ciloko mlebu njroning geni
(Lupa membuatmu celaka, masuk dalam api)
Yo iku aran neroko bebenduning Gusti
(Yaitu neraka tempat pembalasan Tuhan)
Paguyuban Kubro siswa di Bumisegoro (Krida Siswa) sempat timbul dan tenggelam dengan masa kejayaan pada saat dipimpin oleh bapak Bagiyo. Saat itu, cukup sering ditanggap main di antaranya oleh pengelola Taman Wisata Candi Borobudur atau oleh warga yang sedang hajatan.
Terbersit pemikiran iseng…. Kalau Sampoerna Group pernah membangun merek dengan menggelar marching band ke negeri paman sam, adakah pengelola merek yang berminat menggelar kubrosiswo untuk membangun mereknya? Terobosan yang layak ditunggu….
* sari kata dari kenangan lama dan terbantu oleh beberapa sumber
** Foto diambil dari blognya nuri widhi
April 22, 2008 at 4:11 pm
Weleh-weleh apik tenan lho tontonan lan tuntunan kang dipentaske kubro siswa,saka ngendi ya asale,aku pengin weruh, ngerti lan referensineana ngendi,sapa ya sing duwe cerita lan sejarah wiwitane ana Kubro siswa,mbok aku ditulung lan biyantu,
matur nuwun
Februari 11, 2012 at 12:25 pm
desaku ndue jenenge bintang sswo
Juli 5, 2008 at 11:38 pm
di tempat tinggalQ dulu kesenian kubro siswo namanya Suko siswo, kesenian kami mrpkn turunan dari Tsani Siswo (Bumiharjo, Brbd), sdgkn Tsani Siswo turunan Kubro Siswo(Mendut). Suko Siswo menurunkan ke Mudho Siswo (Daren, Kalinegoro)
Juli 20, 2008 at 3:57 am
“Konon, berasal dari daerah sekitar candi Mendut. Sejak tahun 1965 kesenian ini sudah ada di daerah Borobudur dan sekitarnya. Kapan dan dimana tepatnya diciptakan belum ada keterangan yang pasti.”
Fix, kubro siswo berasal dari desa mendut 1 berdiri tgl 27 januari tahun 1960
sepenggal lagu kubro siswo mendut 1 :
“Kubro siswo iki kumpulan tahun sewidak ngadeke ,loro pitu wes diresmekake kubro siswo jenenge.”
“diresmikan tahun 1960 hari ke 27″
Dan yang berhak menyandang nama kubro siswo pun cuma kubro siswo dari mendut 1.
diakui secara nasional lewat salah satu program dari metro tv yang mendokumentasikan sejarah kubro beberapa tahun yang lalu.
Sang komandan kubro siswo pertama pun masih hidup yaitu mbah Lan atau kami biasa menyebut lek Lan.(mendut 1 rt 3)
Sayang karena tergilas jaman mungkin kesenian ini akan punah.Disamping pengaruh kemajuan teknologi hiburan, atau persaingan dengan kesenian lain,ada konflik intern dalam kubu kubro siswo pertama ini.tentang regenerasi yang putus.
Terakhir warga mengumpulkan dana untuk membeli layar background untuk kubro dari dana parkir waisyak tahun 2006.
Semoga siswo- siswo yang lain bisa melestarikan kesenian ini.
ayo simbah-simbah
nuli do ngibadah
jamane wis susah
ojo kakean polah
Joko Hadianto
Mendut 1 rt 5/3
Juli 20, 2008 at 4:39 am
Satu lagi , meskipun ulasan yang anda berikan sangat menarik, yang mengcopy dari blog nuri widhi, dengan sangat berat hati saya menyatakan ulasan tersebut salah.
kubro siswo tidak ada kaitannya dengan ki ageng serang.
kesenian ini tidak dibentuk sebagai perlambangan tersebut.kubro,murni berdiri sebagai kesenian dan media dakwah yang berdiri sendiri tidak mengadopsi cerita lain.
mungkin ada kesenian lain yang lebih dekat kaitannya dengan ki ageng serang namun bukan kubro siswo.
Juli 22, 2009 at 9:19 am
——————————
ayo simbah-simbah
nuli do ngibadah
jamane wis susah
ojo kakean polah
——————————-
Saya adalah keturunan jawa yang lahir di sumatra tepatnya Lampung. daerah saya merupakan transmigran pertama dari pulau jawa kurang lebih 60 tahun yang lalu. Kubro siswo merupakan budaya nenek moyang yang dibawa dari daerah asal ( jawa ). saya kurang paham dengan asal muasal budaya kubro siswo ini tetapi bagi kami para pemuda waylinti Gedong tataan Pesawaran Lampung. kubro siswo merupakan tradisi turun temurun dari nenek dan kakek moyang kita yang harus terus di kembangkan dan dilestarikan karena merupakan aset budaya nasional dan sarana dakwah agama Islam. Walau generasi telah berganti seiring dengan perkembangan waktu Insya Allah semanagat kami tak kan padam untuk memperkenalkan di daerah kami. karena itu mohon kerjasamanya para konco-konco lan sedulure kabeh. salam kenal
Bye
Off Cho ( Off_Cho@yahoo.co.id )
Desember 16, 2009 at 2:01 pm
sepenggal lagu kubro siswo…
maju maju maju terus maju
bangsaku rakyatku semua bersatu
seranglah musuhmu di garis belanda
itulah sikap kita membela negara
negara merdeka tujuan bersama
negara sentosa bahagia bersama
grup sinar siswo, mudal, temanggung
Mei 15, 2011 at 8:43 am
Kulo…. salah satu anggota sebuah group generasi kobro yang tumbuh di Bligo ngluwar Magelang ,Sumbang sih membenarkan .Bahwa kobro siswo lahir dari sebuah desa Cabean Mendut .Kami pernah mengundang untuk dilatih ngobro oleh seniman “Kobro Siswo” mendut sekitar tahun 1979 saat itu gerakannya cukup keras dengan lagunya Selamat Datang :
Selamat Datang seruan kami
Selamat Datang ditempat ini
Salam kami dengan bahagia
Selamat Datang Semua
Riang hati kita Semua
Pada malam yang mulia Ini…
(itu sebait lagu yang penulis masih ingat )
“Putrosiswo” berupaya dg.memperhalus gerakan tari dan ini tidak menyalahi pakem.Dengan dirubahnya gerakan maka penonton mulai tertarik.Para tokoh Kami dengan senior Kobro siswo terkesan cukup akrab.Dengan ini kami Putrosiswo membenarkan bahwa generasi Seni kobro berasal dari Mendut.Kita sebaiknya gak usah adu argumentasi yang akan meninggalkan bagaimana mengeksiskan kobro di negeri ini.Mas…kita lihat sekarang banyak lahir seni yang mirip dengan kobro semisal Topeng ireng ,saya rasa itu bukan kobro hanya dia mengadopsi tembang kobro maupun gamelan dan arena penampilan.Terus siapa yang harus melestarikan kalau bukan kita.Perlu diketahui melalui maraknya seni topeng ireng , ndayaan yang bermunculan Bahkan pernah mentas di Taman Mini Indonesia Indah beberapa kali ,bahkan pada Ultah TMII ke 36 Ndayaan dari lereng Merapi menjadi bintang tamu pada acara Pawai budaya Nusantara. Kami berhasil menghidupkan Kobro di Bligo di pertengahan tahun 2010 dengan Nama “SENI SISWO” (Generasi Putrosiswo bin Kobro Siswo Mendut )
” Yang di kawal oleh salah satu aparat desa ( Kepala dusun Bp. Gianto) dan seorang Ulama Bp.Abu Nasir. Ayo bangun barisan seniman kobro untuk berkarya dan kreatif agar kobro menjadi tuan rumah di kesenian Islam di Nusantara ,Minim untuk Magelang .Semanten Matur Nuwun…
Januari 4, 2010 at 8:24 pm
aku juga pernah menjadi pemain kubro, dan yang kami tahu kubro sudah ada sejak jaman dulu beberapa tahun setelah Indonesia merdeka tapi yang jelas bukan dari mendut 1, wong di daerah saya kubro sudah ada sebelum tahun 60 kok;
grup budi utomo, sidosari, salaman;
[bumisegoro] info yang menarik pak… bisa disharing lirik lagu-lagunya?
Januari 29, 2010 at 6:40 pm
thanks rizki,ok coba tanya dulu sesepuh budi utomo mengapa nggak pake nama kubro?
QUOTE:
Dan yang berhak menyandang nama kubro siswo pun cuma kubro siswo dari mendut 1.
diakui secara nasional lewat salah satu program dari metro tv yang mendokumentasikan sejarah kubro beberapa tahun yang lalu.
Maret 19, 2010 at 6:42 pm
Di Desaku juga ada,q ga tau kapan berdirinya dan asal mulanya.”Kubro Siswo Laras Mudo”,Dari Dusun Gantalan Minomartani Ngaglik Sleman.Yang jelas saat ini masih exist,….
Mei 25, 2010 at 8:11 am
siiiiip
Maret 16, 2011 at 11:48 pm
Saya tergelitik untuk ikut andil bicara mengenai Kobro Siswo yang kemudian saya singkat KS.
Saya orang Mendut, lahir di Mendut, dan pernah ikut menjadi anggota KS Mendut. Dan secara kebetulan hampir saudara kakak dan adik saya adalah mantan pemain/personil kesenian yang sangat kami banggakan ini.
Secara kebetulan rumah orangtua saya dulu tahun ’60-an pernah dijadikan ‘markas’ kesenian ini. Seluruh perabotan, instrumen dan properti KS pernah disimpan ditempatkan di rumah kami. Dan ayah saya salah seorang penggiat kesenian ini. Beliau ikut menyediakan dan membuatkan, serta merawat berbagai pernak-pernik kostum KS di rumah kami. Beliau ikut pergi ke mana tempat memesan properti, seperti kaos, unta, topeng binatang, dsb.
Persis seperti yang diungkapkan Sdr. Joko Hadianto, KS pertama kali berdiri di Mendut. (kobro siswo iki kumpulan/tahun sewidak ngadek/loro – pitu wus diresmeake/kobro siswo jenenge/…sing tak suwun ngadek saklawase/ojo pisan ngisinake)– bunyi syair ungkapan pendirian kesenian tersebut.
Adapaun jika ternyata kemudian ada kesenian lain yang serupa dengan Kobro Siswo terbentuk di daerah lain, barangkali adalah ‘turunan’ dari KS Mendut, jika dan hanya jika kesenian tersebut berdiri setelah tahun 1960.
Kobro Siswo Mendut benar didirikan pada tanggal 2 Juli 1960. (loro – pitu wus diresmeake/kobro siswo jenenge…). Dan siapa penggagas serta pendirinya? Mereka adalah Drs. Sam Amir (Mas Amir) dan Pak Mat Tam.
KESENIAN RELIJIUS ISLAMI
Kobro Siswo sebetulnya terbentuk dalam proses yang tidak sebentar. Berawal dari keramaian anak-anak pengajian Langgar Lor. Potensi ini ditangkap oleh para penggagasnya. KS terbentuk sebagai ejawantah keinginan berkesenian dari para murid (santri-santri) pengajian yang diajar oleh Mbah Kyai Polengan di Langgar Mendut Lor (sekarang Mendut I). Layaknya kesenian-kesenian islami lain seperti samprah, hadrah, berzanji, manakiban, dll…Kesenian terbentuk oleh kebersamaan, kekompakan, persaudaraan, dan rasa handarbeni (sense of belonging) terhadap nilai-nilai relijius islami yang tumbuh dan berkembang di dalam hati kami para warga pengajian Langgar Mendut Lor pada waktu itu.
Kalau mau ditelusur lebih dalam, KS terbentuk sebagai keinginan untuk menciptakan hiburan/pertunjukan yang relijius dan islami. Maka tidak benar kalau KS mempunyai atraksi/adegan yang bersifat ‘ndadi’ (trance) atau kesurupan. Justru,dengan mendirikan KS, para penggagas dan pendiri serta para personil awal (para santri pengajian Langgar Lor) ingin menghindarkan bentuk-bentuk adegan trance (ndadi/kesurupan) yang dipraktekkan oleh kesenian Jathilan (Kuda Lumping), yakni bentuk kesenian rakyat yang sudah lebih dulu ada dan lebih lama membudaya di sekitar Mendut pada waktu itu.
Kalaupun belakangan kesenian lain yang serupa Kobro Siswo mempraktekkan adegan/atraksi yang ‘ndadi’ (trance/kesurupan), hal ini disebabkan oleh pengaruh dari Jathilan (Kuda Lumping). Ini merupakan kombinasi, percampuran, dan adaptasi yang lazim di dalam proses tumbuhnya kesenian. Namun jelas, konsep berkesenian dari KS adalah dakwah. Semua adegan di dalam babak/bagian dari pementasan KS adalah dakwah. Lihatlah, semua syair yang tercipta mengiringi gerak/tari/adegan/atraksi KS, semua berisi dakwah, berisi ajakan untuk bertakwa.
***
MENULARKAN KOBRO SISWO
Perlu diketahui, pada dekade ’70-an Kobro Siswo Mendut banyak diundang pentas di luar yang cukup jauh dari Mendut. Bahkan Kobro Siswo Mendut pernah sampai di wilayah, Yogyakarta, Tegalrejo, Purworejo, Sumpyuh (Kutoarjo), Karanganyar, Temanggung dll.
Pada masa jayanya Kobro Siswo diundang kesana-kemari untuk pentas dan melatih perkumpulan-perkumpulan baru di desa-desa wilayah kecamatan lain. Banyak para pemuka desa dan tokoh-tokoh berminat membentuk dan memiliki kesenian unik islami semacam KS. Maka terjadilah semenjak itu banyak bermunculan atau berdiri kesenian-kesenian serupa yang bisa dibilang sebagai turunan dari KS Mendut.
Saya tidak tahu apakah ada kesenian lain seperti Kobro Siswo yang pernah menularkan/mengajarkan kepada yang lain agar memliki kesenian serupa. Namun yang jelas Kobro Siswo pernah melatih dan mengajarkan kepada banyak desa/wilayah sehingga mereka akhirnya memiliki kesenian serupa KS dengan nama yang berbeda.
Terakhir, pada tahun 1996 saya pernah mengantarkan Siswa Muda (turunan Kobro Siswo) yang berdomisili di Cabean-Mendut, menggelar pentas bertaraf Internasional di Jakarta. Kami memperoleh kehormatan mewakili Magelang dan sekaligus Indonesia atas fasilitasi Mas Tanto Mendut yang diundang langsung oleh Franky Raden (musikolog, seniman, komposer yang kebetulan pada waktu itu menjadi pantia event internasional tersebut). Siswa Muda berkesempatan menggelar pentas satu panggung sejajar dengan kelompok2 kesenian dari mancanegara seperti Thailand, Cina, Brasil, Meksiko, Spanyol, Maroko, dll. dalam event bernama Jakarta International Carnival, bertempat di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Dua malam kami pentas satu panggung bersama kesenian-kesenian besar dari mancanegara. Sebuah pengalaman yang mengesankan dan tak dapat kami lupakan, serta menjadi sebuah catatan yang sangat berwarna dalam buku kesenian kami Kobro Siswo Mendut.
Sekian dulu, terima kasih.
Mei 9, 2011 at 6:04 pm
Saya membenarkan mas ahmad suyudi,Mendut adalah tempat lahirnya Kobrosiswo.saya asal dari Bligo Ngluwar Kab Magelang sekitar tahu “70 -an juga pernah lahir Kobro ,Kemudian pada awal <80 kobrosiswo yang pernah matisuri di hidupkan kembali oleh para seniman Islam Sebut saja p Nus Sukimin dan diberi nama "PUTRO SISWO" namun bentuk gerakannya dimodifikasi dengan perkembangan zaman ,baik tarian ,kostem maupun tembangnya.Mengenai nama saya kira sah saja ini berarti kobro siswo telah berkembang
Mei 11, 2011 at 7:03 pm
Sekitar tahun 80-an seni kobro mengalamai perubahan .disekitar Wilayah kecamatan Ngluwar (adalah kecamatan yang berada di paling pojok dengan Slrman Jogyakarta )yaitu dikenal dengan seni rodat bahkan ada pula yang menamakan group kobronya dengan disko Jawa ( sebuah kesenian yang dibanggakan dari desa Karang Kopek ).mulai era ini seni kobro bermunculan disetiap desa yaitu dengan joget yag beraneka ragam .Memang kobro pada dasarnya sebuah tari generasi muda yang tumbuh atas daya kreatif .Di tahun -tahun itu hampir setiap malam minggu selalu dipentaskan baik pada acara hajatan,Syukuran , tujuh belasan ataupun karena kena giliran.Kostem dan atribut sangat dinamis tidak lagi menggunakan caping dan kaos celana pelet tetapi sudah berubah.Kelompok yang satu dengan yang lain memiliki ciri tersendiri ,tapi ada kostem yang serupa misalnya disamping pakai iket batik pada kepala ditambah dengan kretep dan monte ,pada bagian lengan sampai dada memakai duk yang dipenuhi dengan hiasan kertep.sehingga nampak gemerlap bila ditarikan dan kena sinar kemilau lampu dimalam hari.Karena seni kobrosiswo pada mulanya seni gerak yang meniru sekelompok prajurit yang sedang berbari maka ditangan kanan memegang pedang dan tameng ditangan kiri.Perkembangan kwantitas seni kobro bak jamur dimusin penghujan maka pernah diselenggarakan festival kobro sekecamatan yang digagas oleh Derpatemen Pendidikan dan Kebudayaan .Ada bermacam macam nama group disekitar Ngluwar antara lain Seni Mudho ( Karangkopek ) Putro Siswo ( Bligo ) Trisno Mudho ( Ds.Mriyan ) Tunas Mudho (Ds. Ngguling Pakunden ) .Saya sendiri termasuk anggota Seni rodat putro siswo dengan beberapa temen berupaya memodifikasi keberadaannya yakni dari tahun 80-an sampai dengan awal tahun 1990.Putro siswo pernah diundang pentas di salah satu desa tepi hutan “Alas Roban ” Batang pada acara pernikahan tokoh kobro yang bertugas di sana.
Tahun 1990 seni kobro hampir sama mengalami kejenuhan halini disebabkan telah terpengaruh dengan media TV Swasta termasuk Putrosiswo.Ada juga karena alasan orban Ke Jakarta ,Surabaya atu ke luar P.Jawa untuk bekerja.
Kina Awal Tahun 2010 Seni Rodat Putro Siswo berdiri kembali dengan nama “SENI SISWO”
Mei 11, 2011 at 7:28 pm
Mengigat tembang Kobro
1.ELING
Yen ati pinuju susah
elingo mring gusti Allah
gustine kang moho murah
kang suko paring bebungah
Yen ati pinuju loro
elingo pangeranniro
pangeran kang wicaksono
kang suko pangalembono
2.Indonesia Merdeka
Negara Indonesia
Negara Indonesia
banyak pulau-pulaunya
dari Sabang sampai Merauke
tahun empatpuluh lima…Indonesia merdeka
negara kita.. berdasarkan Pancasila
Saya undang poro pandemen utawi pelestari Seni kobro ,baik menambah perbendaharaan tembang soho wacananya
Oktober 10, 2011 at 9:38 am
saya berasal dari kurahan karangrejo borobudur, pada tahun 1969 di kurahan juga berdiri kobro siswo namanya MADYO SISWO tepatnya berdiri tanggal 15 Mei 1969 dan memang pengajarnya dari Mendud lor yang dipimpin oleh Pak Muhlan, tapi waktu itu saya masih kecil sehingga baru bergabung pada tahun 1974 ketika SMP.
Madyosiswo waktu itu cukup terkenal di sekitar Borobudur sempat kontes kobro beberapa group di Ngrajek dan pernah main di Banyubiru dan sekitar Magelang
setahu saya memang kobro siswo yang ada di desa desa sekitar borobudur semua pelatihnya dari Mendut, baik dari mendut lor maupun mendut kidul
kalau bicara kobro, saya jadi teringat nostalgia 40 tahun yang lalu dimana pada saat jaya-jayanya kobro siswo di sekitar Borobudur, termasuk di kampungku Kurahan, yang sekarang terkenal dengan punthuk setumbunya
November 18, 2011 at 3:51 am
Assalamualaikum,,,,, ikutan andil ach…… salam budaya semuanya. berbicara mengenai kesenian kubrosiswo insaallah saya taulah sedikit-sedikit. saya berasal dari kota Temanggung, tepatnya di daerah tembarak desa tawangsari, dan dulu saya juga anggota kubrosiswo juga. di dsa saya kesenian kubrosiswo itu berdiri sejak tahun 1963, dan sejak tahun itu kubrosiswo telah menjadi sesuatu yang menjadi suatu wadah tempat berkumpulnya para pemuda baik dari kalangan pelajar maupun kalangan masyarakat, dan disitu pula kubrosiswo telah menjadi tempat yang sangat mendukung bagi penyebaran agama islam, karena dari syair”nya yang di nyanyikan semuanya bernuansa islami. sampai sekarang kesenian kubrosiswo didsa saya masih gencar dan ramai ketika kesenian ini dipentaskan.
Maret 28, 2012 at 8:36 am
Saya berharap kesenian kubrosiswo tidak hilang bigitu saja
Maret 31, 2012 at 6:29 pm
ayo kita lestarikan kesenian kita ini
Maret 31, 2012 at 6:35 pm
kalau ditempatku kubro siswo sinar sinar jaya namanya. sinar jaya iki kumpulan tahun 72 madege dede namo wis diresmiake sinar jya jenenge.sing tak suwun ojo ngisinake sinar jaya iki jenenge kudu dipertahanake.. munir ,getas purworejo, temannggung,jawa tengah
April 22, 2012 at 12:29 pm
Mari kita lestarikan kesenian Kubro Siswo ini, di tempat ku juga ada kesenian ini berdiri sejak tahun 1964 , Kendal Bangunketo Turi Sleman Yogyakarta, Dulu belajar dari daerah Mendut. Tri Haryanto.
November 15, 2012 at 8:27 pm
Saya juga penggemar berat kubro siswo waktu kecil dulu, sampe2 ortu kewalahan harus kesana kemari buat nganter sy nonton kubro, pernah suatu ketika bersama temen2 mungkin kelas 5 SD waktu itu ketiduran di emper rumah orang sampai siang karena nunggu kubro belum main, padahal jarak dari rumah ada 10 KM, akibatnya kecapekan dan ketiduran sampai gak sempat nonton. Kangen pingin suatu saat ngundang yang asli mendut. Dulu pernah nonton beberapa kali, kalo gak salah lambangnya orang ngangkat bola bumi gitu apa ya, lupa2 ingat. Maju terus kesenian islami Kubro Siswo.. salam budaya semuanya..