Musim liburan seperti sekarang ini boleh jadi merupakan masa panen bagi bong supit, tukang sunat. Musim liburan seringkali dianggap sebagai waktu yang paling tepat bagi anak untuk dikhitan.
Khitan berasal dari bahasa Arab khatana yang artinya memotong. Secara terminologi pengertian khitan adalah adalah memotong bagian kulit (quluf) yang menutupi ujung dzakar (khasafah, praeputium glandis), sehingga menjadi terbuka agar bersih dari najis. Khitan laki-laki disebut i’dzar, istilah orang jawa disebut sunnatan, dalam ilmu kedokteran disebut circumcision.
Khitan atau sunat merupakan tradisi yang sudah ada dalam sejarah. Laki-laki yang ditengarai pertama melakukan khitan adalah Nabi Ibrahim AS. Kemudian Nabi Ibrahim mengkhitan anaknya Nabi Ishaq AS pada hari ketujuh setelah kelahirannya dan mengkhitan Nabi Ismail AS pada saat aqil baligh. Khitan sangat erat kaitannya dengan budaya Semitik (Yahudi, Kristen dan Islam).
Di Bumisegoro, ritual khitan diawali selamatan dengan mengundang orang-orang, kemudian mengantarkan anaknya kepada tukang khitan (paling favorit Bogem, disusul Ngetos). Dalam selamatan itu anak yang dikhitan mengucapkan ikrar syahadatain di hadapan hadirin sehingga membawa suasana yang lebih sakral. Biasanya juga diisi dengan ceramah yang materinya mengarah pada makna syahadatain dan kewajiban anak pasca khitan. Bahwa di dalam khitan terdapat kebersihan, kesucian, keindahan, keseimbangan tubuh serta pengaturan syahwat.
M. Nur Hafidzin dari Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang pada tahun 2005 mengajukan skripsi berjudul “NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KHITAN LAKI-LAKI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ANAK.”
Bagi yang berkepentingan dapat mengunduh di sini.
Dari sisi teknis, banyak ragam teknik khitan dan pemberian nama tiap teknik didasarkan atas alat yang digunakan atau teknik sayatan yang dilakukan. Teknik paling tua adalah guelotin atau sayatan pancung. Lalu ada teknik dorsumsisi (sayatan melingkar), metode cincin (zhenxi circumcision ring atau ross circumcision ring) yang mulai diperkenalkan sejak tahun 1942. Selain itu, ada pula teknik double circular incision (sleeve resection /freehand circumcision), sheldon, comco clamp, teknik mogen (meningkat penggunaannya di AS), teknik plestible, smart clamp (metode jepit dengan sejenis plastik disposable), tara clamp (metode jepit dengan sejenis plastik disposable), laser CO2 (yang sering dipakai sharplan CO2 medical laser ), dan lain-lain. Jika mau lihat gambar-gambarnya bisa klik di sini.
Yang menjadi concern-ku, di beberapa tempat, yang menjadi bong justru dokter cewek. Emang sih, cewek identik dengan rapi sehingga diharapkan jahitannya juga rapi. Tetapi kalau yang disunat sudah lulus SD, apakah tidak menimbulkan ”masalah” tersendiri? Apalagi jika dokternya cantik.
Juli 6, 2007 at 11:37 am
Hehehe, jadi ingat pengalaman saya waktu disunat. Saya disunat saat naik kelas 6 (di keluarga Jawa biasanya memang tidak disunat diwaktu kecil, baca: kelas
Juli 6, 2007 at 3:20 pm
saya kapok ah disunat, sekali aja cukup meskipun enak banyak dikasih hadiah… hehehe…
Juli 6, 2007 at 9:08 pm
Iya yah klo yang disunat umurnya udah bangkotan, terus tukang sunatnya cantik, … malah… gemana ya…? Hehe…
Jadi inget ketika disunat dulu…
Btw, klo cewe disunat engga yah… (maaf belum baca skripsinya… kebanyakan… ntar ajah kapsn2..)
Juli 6, 2007 at 9:09 pm
Maksud saya, cewe juga disunat juga bukan? Soalnya, di kampung saya, cewe-cewe juga disunat kok… (cuma emang acaranya tak seperti acara sunatan anak laki-laki…)
Juli 9, 2007 at 9:43 am
@ riyo. kelas 6 sd pas jamanku (1988) juga masih jarang mas.
@ agusset. ya iya lah mas, kalau terus-terusan namanya bukan khitan, tapi kerajinan (mengukir kaleee). hehehe
@ mathematicse. AFAIK, hukum khitan cewe kalau di islam tidak “setegas” cowo. kebetulan case di bumisegoro, pendapat yg dianut: cewe tidak wajib dikhitan, makanya jarang cewe bumisegoro yang dikhitan. wallahu a’lam bisshowab
Juli 14, 2007 at 2:07 pm
saya tertarik dengan proses khitan di bumisegoro, masih ada ga ya kebiasaan seperti itu? mungkin tidak kami (trans 7) liput?
kabari ya…
terima kasih banyak…
Agustus 21, 2007 at 7:31 am
wah jadi ibngat waktu disunat kalau ingat itu saya jadi ketawa sendiri
Agustus 21, 2007 at 9:10 am
@ dini palupi
mudah-mudahan sudah dihubungil oleh sita
@ hendra
boleh tahu, ada kejadian apa yang membuat ente jadi ketawa sendiri? bagi-bagi donk…
November 13, 2007 at 10:56 am
makacih ya Q lg nyariin skripsi buat mamaQ …?Dlu waktu khitan Q pingsan lho…..?gara2 waktu kencing lubang anus Q tertutup kain perban…?ukkhh rasanya perih banget….?
NB:maaf ya dikit jorok…!
Januari 9, 2008 at 2:22 pm
kapok deh sekali saja cukup..
November 18, 2008 at 9:40 pm
Terimakasih ats deskripsinya.
Mei 17, 2009 at 11:24 pm
salam kenal semua
Mei 17, 2009 at 11:27 pm
saya sunat 2 kali .sunat 1. kulup masi panjang jadi saya sunat lagi .hasilnya terasa lebih enak