Masyarakat (khususnya Jawa) kadung mengenal istilah Mo-Limo sebagai Maling (mencuri, termasuk juga korupsi), madat (nyabu), main (berjudi), minum (mabuk-mabukan), dan madon (main perempuan). Semuanya sebagai pantangan, ora ilok, yang harus dijauhi (prefentif), diberantas (post facto), dan pihak-pihak yang jadi korban diobati (kuratif).
Dengan latar belakang seperti itu maka terbilang aneh jika ada orang yang memberi nasehat untuk melakukan Mo Limo, apalagi nasehat itu diberikan sebagai nasehat pernikahan bagi mempelai. Orang yang nekat menentang arus tersebut kebetulan adalah ki Dalang yang sedang manggung karena ditanggap oleh shahibul hajat yang sedang menikahkan anaknya. Bayangin ki Dalang yang tugasnya sangat mulia ngudal piwulang (memaparkan ilmu dan hikmah) memberi nasehat bagi mempelai untuk melakukan Mo Limo.
Dalang yang satu ini secara mbeling menentang arus dengan mempergunakan terminologi yang kadung populer berkonotasi negatif kemudian dibelokkan dengan isi (content) yang berbeda. Jika isinya tidak diganti, ia bisa dipecat dari profesinya sebagai dalang. Bahkan bisa-bisa digantung. Segi positifnya, dengan mempergunakan istilah Mo Limo yang sudah populer akan mendapat perhatian khalayak (fungsi stopper). Setelah khalayak antusias, baru dech dia beberkan apa isi dari Mo Limo versi nasehat nikahnya.
- Mlumah (untuk orang tidur berarti posisi menghadap ke atas, tengadah)
- Mengkurep (untuk orang tidur berarti posisi menghadap ke bawah, tengkurap)
- Modod (istilah untuk barang yang dimensi ukurannya bisa bertambah panjang dan bertambah besar)
- Mlebu (masuk)
- Metu (keluar)
Isinya sama sekali berbeda kan dengan Mo Limo versi generik. Hanya saja kok terkesan saru (jorok, menjurus ke seks), seperti kupasan dr. boyke aja. Apakah ki Dalang ini emang bener-bener mbeling ya? Waktu pertama mendengarnya dari seorang Master Consultant yang memberikan nasehat kepada rekan yang dalam waktu dekat akan menikah, kami sempat berpikir begitu sambil mesam mesem. Tetapi Bapak Tua asal Banyumas yang emang sejak mudanya penggemar berat wayang itu segera menambahkan bahwa tidak sedangkal itu nasehat ki Dalang. Bukan dalang namanya kalau tidak ada unsur filosofis dalam apa yang disampaikannya.
Rupanya:
- Mlumah dalam arti advance maksudnya menghadap ke langit, senantiasa ingat kepada yang kuasa. Keluarga samara (sakinah mawaddah warahmah) hanya akan terbina jika didasari iman, islam dan ihsan.
- Mengkurep. Sebagai konsekuensi dari posisi orang tengkurap adalah hanya melihat yang di bawahnya. Maksudnya, dalam berumah tangga harus senantiasa fokus pada pasangan (baca: keluarga). Tidak boleh celingak celinguk, jelalatan lihat kanan kiri mencari yang lebih kinclong, bening kinyis-kinyis.
- Modod. Berusahalah mengembangkan kompetensi dengan meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan prigel untuk mencari nafkah dan atau bekal kehidupan lainnya dalam membina kehidupan (rumah tangga).
- Mlebu. Apa pun yang di dapat dalam tahap sebelumnya, orientasi pertama adalah ke dalam (keluarga). For better or worse pasangan telah berjanji untuk membina rumah tangga, untuk itu segala sesuatunya harus dikomunikasikan ke dalam. Jangan sampai pasangan (anggota keluarga lain) justru tahunya dari pihak ketiga.
- Metu. Orientasi pertama ke dalam tidak berarti menutup mata dan telinga dengan dunia luar. Ilmu, rezeki, dan lain-lain yang didapat tidak akan habis dikonsumsi sendiri. Share sebagian kepada orang lain sebagai amal. tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.
Dengan adanya dua versi Mo Limo ini maka diharapkan tidak membuat bingung. Bukankah Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan pesan untuk memperhatikan lima sebelum yang lima (hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum datang sakitmu, kesempatanmu sebelum kesempitanmu, mudamu sebelum tuamu dan kayamu sebelum datang melaratmu).
Agustus 16, 2007 at 11:06 am
Assalamualaikum
mas… ini angga.
Aku googling tentang pendidikan seks dapet BAB V Skripsinya mas.
Maaf mas…
aku juga lagi nyusun tema yang sama…
bisa nggak aku liat file skripsinya atau kalau mau ketemuan atau kalau gmanagmananya, bisa diatur gak??
sorry gak tau imelnya mas, jadi nulis disini.
mas, main ke blog aku ya…. nulis shoutbox disana. Nuhun
Wassalam
Agustus 16, 2007 at 12:42 pm
wah, nanti kalau diundang ceramah, saya akan brcerita ni……mohon ijin copy paste… ha ha ha ha
Agustus 16, 2007 at 4:32 pm
@ angga
wa’alaikum salam angga.
ralat: bukan skripsiku. skripsiku mah tentang “Kerangka Acuan Stokastik bagi Pengukuran Fertilitas.” isinya bukan tentang pendidikan seks tapi pemodelan matematika untuk fertilitas (matematika demografi).
@ mrtajib
monggo kang. aku juga sekedar menyampaikan. copy right ada pada ki dalang
Agustus 17, 2007 at 2:39 pm
boss… fertilitas bukannya kesuburan?
YAH AMPUUUUUNNNNN
jauh banget yah.
kesehatan reproduksi ama matematika demografi.
Maaf ya… gak maksud….
tapi ya ampuuun (lagi)
di google-nya itu katanya RTFnya dapet dari bumisegoro.blogspot.com…
makanya aku terdampar disini…
yasudah lah…
nanti sebagai permintaan maafku…
diblogroll aja yah…
oya bila ada takdir, nanti aku tunjukin hasil googlingannya…
Agustus 19, 2007 at 4:59 pm
@ angga
yups angga benar, fertilitas=kesuburan.
skripsi yang angga maksud emang ada di blog ini, tetapi bukan aku yang bikin. aku cuma nampilin ajah
dan itu bisa di download langsung dari blog ini. http://bumisegoro.wordpress.com/2007/07/05/supitsunatankhitan/
mangga atuh diblogrollkeun bae
nuhun
Agustus 20, 2007 at 4:39 pm
[...] Mo Limo apa itu ? Mo Limo itu kalau di Indonesiakan M yang Lima. Ada dua versi singkatan dari Mo Limo. Satu versi bermaksud tindakan yang harus kita hindari yaitu Maling (mencuri), Madat (nyabu, nyandu), Main (berjudi), Minum (mabuk-mabukan), dan Madon (main perempuan). Versi lain adalah mlumah (menghadap ke atas, tengadah), mengkurep (menghadap ke bawah, tengkurap), modod (bertambah panjang dan bertambah besar), mlebu (masuk), Metu (keluar). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat penjelasannya disini. [...]
September 6, 2007 at 8:25 pm
wah..nasehat perkawinan yg bikin binun..tp topmerkotop…dalang banyumas? sugino siswocarito kah? or?
September 24, 2007 at 7:44 pm
wel… menarik juga lho kang mo limonya…lumayan buat aq tambah2 falsafah yang aneh2…
Oktober 5, 2007 at 10:47 am
@KhamShe
nara sumber lupa siapa nama dalangnya karena kejadiannya sudah cukup lama
@sasa
justru yang seperti ini biasanya malah gampang diingat
tx
Januari 20, 2008 at 1:09 pm
no comment
September 6, 2008 at 9:48 am
Ikut copy paste Ki.. saya tertarik untuk menyimak dan mungkin menulis di blog saya, mungkin nanti2, namun tulisan panjenengan merupakan ide segar lho. Terima kasih memberi inspirasi dan copy paste-nya.
September 25, 2008 at 12:45 pm
mantep, hehehe bacanya ama temen sambil ngakak pol
September 4, 2009 at 10:11 am
Awalnya iseng nyari mo limo, coz lagi ngobrol ma temen tentang topik ini and cuma eling maling, madat, mabok, and madon. Eh sampailah pada blog mas..
Jadi tau mo limo yang versi pernikahan.. Makasih ya uda berbagi ilmu^_^