membaca kiriman email yang satu ini aku geleng-geleng sendiri. apa ndak ada kerjaan lain apa? hehehe… lucu habis. makanya aku posting di sini.
tapi di sisi lain, jadi miris juga menyadari betapa umpatan-umpatan dalam bahasa jawa ini sarkas banget. misalnya aja ndasmu njebluk (kepalamu meletus), ungkapan yang dalam penyampaiannya bisa diungkapkan sambil becanda. Jadi ingat Amrozi, yang oleh media barat dianggap the smiling terorist.
Kamus Popular Bahasa Inggris – Jawa versi terbaru th 2007
Sedoyo, bagi yg lagi belajar bhs inggris-jawa intensip nih, biar
di kate pede spiking-spiking,
1. yes mother dont do that: Yo mbok ojo ngono..
2. your head = enDas mu..
3. your eyes = Matamu… (lagi…)
untuk memperkaya wawasan, nyambung dengan asal usul nama borobudur, berikut aku copy paste tulisan notok di blognya dengan sedikit editing redaksional agar lebih enak dibaca.
Beberapa Penafsiran Nama Borobudur
Para ahli menafsirkan nama Borobudur berdasarkan literatur-literatur yang ada, diantaranya dari:
1. Kitab Negara Kertagama
Naskah dari tahun 1365 Masehi yaitu kitab Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca, menyebutkan kata “Budur” untuk sebuah bangunan Agama Budha dari aliran Wajardha. Kemungkinan yang ada nama “Budur” tersebut tidak lain adalah Candi Borobudur. (lagi…)
Posted by bumisegoro under
Borobudur,
cerita [3] Comments
terus terang aku sendiri belum baca secara lengkap cerita bersambung yang dimuat di suara merdeka ini, tetapi melihat adanya catatan kaki (foot notes) yang menyertainya menandakan keseriusan penulisnya dalam penelusuran informasi.
Cerbung
25-08-2007
Karya Seno Gumira Ajidarma
NagaBumi (221)
Kitab 3: Kematian dan Kesempurnaan
54: S-a-s-t-i…
DENGAN ilmu meringankan tubuh yang mendekati sempurna, aku memang dapat bergerak melebihi kilat, dan dengan cara seperti itu maka gerakanku tidak dapat diikuti mata orang awam. Dengan begitu, selama aku bergerak dengan ilmu meringankan tubuh, tidak satu makhluk pun akan mampu melihat pergerakanku, kecuali jika ilmu meringankan tubuhnya pun mendekati sempurna. Namun jika aku tidak bergerak sama sekali, tentu saja siapa pun akan dapat melihat diriku. Apalagi ketika perhatianku terserap oleh gambaran kehidupan sehari-hari yang sedang dipahatkan pada dinding itu. (lagi…)
selama ini aku tahunya borobudur berasal dari bumi sambara budara. ternyata ….
berikut aku copy paste keterangan lebih lengkap dari budhist information network.
Nama aslinya “Dasabhumi Sambhara Budara” yang berarti “Bukit Sepuluh Tingkatan Kerohanian”, yang disingkat menjadi Sambhara Budara, lalu Bharabudara dan dengan logat Jawa menjadi Borobudur.
Borobudur menghadap ke arah Timur dan didirikan di atas bukit pada tahun 826, prasastinya dikeluarkan pada tahun 824. (lagi…)
Dari obrolan sana sini selama dan sesudah liburan lebaran, ada beberapa hal menarik yang aku coba ramu dan share di blog ini.
Oleh-oleh tersebut berupa ngelmu tentang lebaran, leburan, laburan, liburan, dan luberan. Sepintas seperti permainan kata, otak atik vocal dengan konsonan lbrn, tetapi jika diperhatikan secara seksama nyata sarat nilai-nilai filosofi orang jawa yang merupakan kristalisasi dari aspek spiritual dan kultural. Mari kita tengok satu demi satu.
1. lebaran
kata dasarnya adalah lebar yang artinya sesudah (usainya suatu hal/peristiwa). Dalam bahasa arab ba’da yang dijawanisasi menjadi bodo (dengan pengucapan “d” lemah), sehingga orang jawa menyebut lebaran dengan bodo (riyoyo, kupatan dan besar). Dalam hal ini, Lebaran berarti ramadhan yang merupakan bulan mulia dengan segala keistimewaannya telah usai. Harapannya, umat islam kembali ke fitrahnya. Momentum yang didapat selama ramadhan hendaknya dijaga. Kalau istilah Syafii Antonio, selama berpuasa kita diperintahkan menahan diri dari hal-hal yang dalam situasi normal dihalalkan (a.l. makan, minum, bercampur dengan suami/istri), hendaknya kita lebih mau dan mampu menahan diri dari yang diharamkan (korupsi, berzina dll). (lagi…)
Posted by bumisegoro under
ungkapan | Tag:
lebaran,
sms,
ucapan |
Leave a Comment
tanpa mengurangi rasa hormat kepada para pengirim sms lainnya, aku memilih sms berikut sebagai sms paling berkesan untuk lebaran kali ini.
Puasa berakhir bukan dengan kemenangan diri, tapi dengan kesediaan berbagi.
Meminta ma’af bukan agar dosa dihapuskan, tapi karena dosa diakui.
Memberi ma’af bukan karena keluhuran budi, tapi karena kita terlalu fana untuk menghakimi.
Di Idul Fitri ini, semoga kedhaifan kita temukan kembali.
yang membuatku lebih terkesan, sms ini dikirimkan oleh temen yang kebetulan non muslim. dalem banget pikirku, aku aja yang lahir besar sebagai muslim ga nyampe kepikir segitu. iseng-iseng googling, rupanya menurut ewepe written by: Goenawan Mohammad @ Jawa Pos, Oct 23, 2006.
melalui blog ini aku juga mohon maaf lahir batin kepada temen-temen yang entah kelupaan atau karena padatnya traffic sms merasa belum mendapat balesan. terima kasih pula masih inget kirim sms. permohonan maaf yang sama juga aku sampaikan kepada temen-temen yang dengan alasan sama merasa belum nerima smsku. semoga kita diberi umur panjang dan manfaat untuk ketemu lebaran tahun-tahun berikutnya. amin
Selama ini yang kutahu kata ba’ dalam banyak makanan dengan awalan ba’ (bakso, bakmi, bakwan, bakpia, bakpao, bacang) berarti makanan tersebut aslinya mengandung babi (orang sering memberi kode B1 untuk daging babi, B2 untuk daging anjing). hanya saja karena di indonesia mayoritas muslim, maka umumnya mengalami penyesuaian sehingga namanya tetap sama tetapi kandungan babinya dihilangkan.
hanya saja, validitas informasi ini menjadi goyah ketika membaca pendapat Joseph Kho di situs ini. berikut aku copy paste informasinya, dengan sedikit perbaikan dalam redaksional tanpa merubah esensi, biar lebih enak dibacanya.
mau koreksi dikit…
ba¡¯ atau bak itu artinya bukan babi loh…
ini memang salah kaprah dari sejak dulu.. (lagi…)