tahu donk pempek palembang? salah satu yang cukup beken adalah pempek pak raden. merek yang tidak bisa dilepaskan dari karakter tokoh dalam film cerita si unyil. unyil sendiri beken dipakai untuk kategori roti mini (roti unyil yang cukup ngetop di daerah Sukasari Bogor).
puasa-puasa begini rasanya kemecer kalau ngomongin lezatnya makanan. nah, di bawah ini ada tulisan tentang sejarah pempek yang aku copy paste dari situs ini yang juga secara cukup detail mengurai kandungan gizi pempek. karena alasan puasa tadi, di sini cuma aku copy bagian sejarahnya saja.
di bumisegoro sendiri sampai hari ini pempek nyaris tidak ada yang menjualnya, bahkan di borobudur sekalipun. barangkali karena tidak ada orang palembang yang merantau ke bumisegoro. yang ada justru salah seorang warga bumisegoro diboyong oleh suaminya ke palembang
sebab ke dua barangkali karena bahan baku ikan tenggiri sulit didapat di sini. sebab ketiga adalah harganya cukup mahal. meskipun sebab ketiga ini sebenarnya mentah oleh argumen bahwa tidak semua pempek mahal.
padahal kombinasi manis-asem-pedas cukup digemari di sini. peluang nih bagi yang mau berwirausaha…
sebagai tukang cicip, boleh dech aku daftar hehehe…
Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badarudin II berkuasa di Kerajaan Sriwijaya. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan “apek”, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.
Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang “apek” berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si Apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.
November 22, 2007 at 1:17 pm
Pempek jika di jual di luar sumatera selatan terutama palembang, rasanya bisa berbeda.
Karena bahan baku nya itu memang kadang cukup sulit didapatkan. Terutama jenis Tepung dan ikannya.
Makanya jarang orang yang jual dan menjadikannya bisnis utama. Kecuali kalo import langsung dari sana.
hehehe..
^^b
Januari 3, 2008 at 9:42 am
@ vandai
terima kasih atas infonya. barangkali Anda punya info kenapa pempek pak raden masih laku aja? apa rahasianya? kali aja bisa menginspirasi kita-kita. terima kasih
Mei 22, 2008 at 1:10 pm
terima kasih yach infonya… dirimu punya info tentang sejarah makanan tradisional indonesia lainnya ga?? atau tau gak siapa ya orang yang tau tentang sejarah makanan indonesia??? makacih
Desember 18, 2008 at 12:10 am
Kayaknya ceritanya nggak logis. Kalau si apek cuma rakyat biasa (tinggal di Perakitan) kok sejarahnya pakai tahun segala lengkap pakai usianya pada waktu itu. Nyari data sejarah oang terkenal aja susah.
Januari 4, 2009 at 10:19 am
Aku yg asli palembang, gak pernah makan pempek pak raden so gak tau enak nya kayak apa. anyway aku lama gak pulang kampung so gak tau pempek pak raden. Abis nya semua pempek di palembang enak2 semua n bisa bikin sendiri.
Buat Anton
Nama nya juga sejarah. Sejarah Indonesia kan bisa berubah, tergantung dengan suasana hati pemerintah.
Januari 4, 2009 at 10:21 am
Oh ya satu lagi, kenapa di sebut empek-empek. Karena yg jual empek, laki2 paruh baya. Dlm bhs Mandarin Apek panggilan untuk laki2 tua/paruh baya.
Maret 9, 2009 at 7:55 pm
wew……………………….
April 5, 2009 at 8:14 am
saya copy y sejarah pempek dari blog kmu,,lucu jga sejarahnya pempek itu dari apek (orang cina sana) heee
September 18, 2009 at 3:04 pm
sedikit mengkoreksi…
klo gak salah pempek itu adalah makanan khas kesultanan palembang. seperti tradisi setiap keluarga kerajaan pasti ada makanan khusus yg merupakan menjadi ciri khas masakan negerinya yg sengaja diciptakan oleh koki2 kerajaan. pempek dulu namanya adalah telesan (kalo tidak salah)namun pada akhirnya pempek memang di populerkan oleh orang2 keturunan tionghoa krn seperti kita ketahui sumber kehidupan orang2 tionghoa kebanyakan dri berdagang…wallahualam bishowab..