Pemberitaan tentang lima arca Museum Radya Pustaka yang disita Poltabes Solo di rumah Hashim di Kemang cukup menghebohkan. Berita itu makin menambah panjang “penjarahan” terhadap cagar budaya kita. Seperti yang disampaikan oleh Djulianto Susantio,
“Bisa dipastikan belum banyak orang tahu kalau Prasasti Watukura (bertarikh 902 hingga 1348) sejak lama bermukim di Denmark dan menjadi koleksi keturunan keluarga L Norgaard. Prasasti Wukayana (angka tarikhnya tidak ada) saat ini tersimpan di Museum Tropen, Prasasti Sangsang di Koninklijk Instituut voor de Tropen, Prasasti Guntur di Museum Maritim, dan Prasasti Tulangan di Museum voor Volkenkunde, semuanya di Belanda. (lagi…)
Beberapa waktu lalu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengusulkan pemberian suara dalam Pemilu 2009 tidak lagi pakai coblos-coblosan tapi dengan menuliskan nama partai dan nama calon, mendapat penolakan. Ide yang diusulkan dalam rangka memotong anggaran ini mendapat reaksi beragam baik dari kalangan legislatif maupun politisi. Jauh dari hiruk pikuk reaksi orang Jakarta, warga bumisegoro punya pengalaman unik dalam hal ini.
Suatu malam, sesuai undangan lisan secara getok tular, bapak-bapak warga RT 4 berkumpul di rumah salah seorang warga. Agenda malam itu adalah selapanan tingkat RT sekaligus pemilihan ketua RT. Musyawarah mengerucutkan kandidat menjadi 3 orang. Sebut saja pak Abu, pak Banu, dan pak Catur sebagai kandidat ketua RT 4. Mekanisme pemilihan, sesuai “azas demokrasi”, adalah voting. One man one vote, karena pemilihnya emang cuma kepala rumah tangga (tentunya man). Seperti lazimnya acara voting, acara yang paling ditunggu-tunggu adalah penghitungan suara. (lagi…)
suatu paguyuban sedang punya hajat pemilihan ketua umum. Dari tiga kandidat yang maju, persaingan ketat terjadi antara pak Ahmad dan Bu Rini. Pada saat pengumuman hasil akhir ternyata Pak Ahmad kalah satu suara dari Bu Rini, kandidat yang ga kalah cantiknya dari Marisa Haque, Ratu Atut dan dr. Aini.
Entah karena kesal atau sekedar menghibur diri, pak Ahmad berujar.
“Coba kalau tadi aku tidak milih bu Rini, hasilnya tentu akan lain”.
gubrak, tim sukses pak Ahmad cuma bisa bengong seperti sapi ompong.
Posted by bumisegoro under
kelana,
nyentrik [3] Comments
belum genap seminggu, aku sudah harus naik rakit 3 kali di 2 kota yang berbeda. yang terbaru tadi pagi, yang mengingatkanku pada pengalaman pertama naik rakit. herannya, pengalaman pertama tersebut didapat di daerah pegunungan dan lokasinya tidak berdekatan dengan sungai atau laut.
ceritanya sabtu kemarin jalan-jalan dari cikunir (Tasik, bukan Bekasi) menuju Karang Nunggal membonceng motor temen yang emang orang Cikunir. Perjalanan yang menyenangkan, apalagi siang itu tidak terik tapi juga tidak terlalu mendung dan paginya habis hujan gede. cuaca yang nyaman untuk menikmati indahnya pemandangan di jalur menuju pangandaran, cipatujah, dan pangandaran ini. sampai sindang reret* semuanya masih serba indah. (lagi…)
Posted by bumisegoro under
ganjil,
kelana Leave a Comment
sungai ciliwung di sekitar condet dari jaman baheula sering dilewati getek/rakit. yang paling reguler adalah pedagang bambu yang menghanyutkan dagangannya dari atas (bogor, depok dan sekitarnya) ke arah kampung melayu. penduduk sekitar juga sering menyeberang dengan getek untuk keperluan sehari-hari, mulai dari beli sayur sampai sholat berjamaah di mushola.
tidak seperti biasanya, pagi ini penumpang getek lebih bervariasi. dari pedagang, ibu rumah tangga yang beli sayur di pasar minggu sampai pegawai kantoran. Lucu aja, ada beberapa karyawan swasta yang ngantor di gedung tertinggi di negeri ini berangkat kerja naik getek. apa pasal? rupanya jembatan gantung darurat yang menghubungkan kedua kawasan ini kemarin putus dihantam tumpukan sampah yang digelontorin air bah. putusnya jembatan darurat bukan baru kali ini saja, tetapi sebelumnya masih bisa disambung lagi (kayak orang pacaran aja ya). apalagi di lokasi kejadian banyak tenaga kerja yang sedang mengerjakan proyek jembatan gantung permanen. proyek pemda yang direalisasikan pasca pilkada, sebagai realisasi janji cagub saat itu. ternyata, kali ini kondisinya sudah tidak tertolong. walhasil, getek jadi solusinya, alternatif terbaik daripada kudu muter jauh. (lagi…)
Posted by bumisegoro under
guyon [3] Comments
forward maning dari kiriman imel temen. lumayan “berguna” bagi yang sering bete di dalam lift. kalau nungguin lift kan sekarang udah terbantu dengan adanya TV plasma, bagi yang ada tentu saja. usut punya usut, perkara bete di lift ternyata juga sudah diteliti oleh para ahli. salah satu hasil inovatifnya adalah permukaan cermin dalam lift yang ternyata sangat disukai orang. pertama: bisa mematut diri, kedua bisa ngelirik tetangga sebelah secara tidak mencolok. oiya, di dalam lift yang tertutup rapat jangan dikira kita bisa ngapain aja seenak udel sendiri karena dikiranya tidak ada yang ngeliat. jangan salah, karena hampir di setiap lift terpasang CCTV. waspadalah!!!! kata si empunya operator, tidak jarang mereka mendapat tontonan menarik perilaku orang di dalam lift. dari yang aneh-aneh, yang ya ya sampai yang tidak tidak
15 tips agar tidak bete saat di dalam lift:
1. Ketika anda hanya berdua dengan orang tak dikenal, colek bahunya!
Kemudian anda pura-pura melihat ke tempat lain..
2. Tekan tombol lift kemudian anda pura-pura kesetrum.
Tersenyumlah, lalu….. ulangi lagi.
3. Pasanglah muka menyeringai kesakitan sambil memegangi kepala anda dan
mengumpat: “Diam, semuanya diam!” (lagi…)
Posted by bumisegoro under
kehidupan Leave a Comment
Disclaimer:
aku ga tahu, ini aslinya tulisan siapa. yang jelas dapet dari temen, tapi yakin bukan dia penulisnya. bagi yang merasa menulisnya harap mengaku
karena tulisan ini sungguh menarik. Donal Bebek gitu loh…..
Sekedar catatan nyinyir dari admin, ada satu Untung yang dalam sejarah tercatat tidak beruntung: Letkol Untung yang dalam PSPB (Pelajaran Sejarah Perjuangan Bangsa) tercatat sebagai antagonis.
Rahasia si Untung
Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya. (lagi…)