Sampai menginjak remaja aku masih menyangka bahwa Mbah Bing adalah anggota keluarga Asmorejo (simbahku) karena ikatan darah. Sampai suatu hari ibuku bercerita bahwa Mbah Bing sebenarnya orang dari tetangga kampung yang ikut simbahku (ngenger), membantu apa yang dia bisa (rewang). Mulai dari urusan domestik (masak, nyuci, mengurus anak, ngerokin Mbah Putri dst) sampai menjemur gabah untuk keluarga simbahku.

Seperti umumnya pembantu, Mbah Bing melakukan apa yang disuruh dan atau apa yang menjadi tugas utamanya, menemani majikannya (batur, terutama Mbah Putri). Saking banyaknya pekerjaan Mbah Bing jarang punya kesempatan istirahat (ora kober liren). Mungkin dari sinilah Simbah kakung memanggilnya Kober. Satu hal yang membedakan dengan pembantu yang lain, mbah Bing memiliki beberapa ekor kambing sendiri. Dalam artian, tidak memeliharanya untuk keluarga majikan tetapi untuk dirinya sendiri, meski memakai fasilitas (kandang, hijauan pakan, dll) dari simbahku. Meskipun demikian, Mbah Bing bukanlah pengusaha kambing yang punya banyak uang. Karena uang dari kantongnya sendiri sering terpakai untuk keperluan anak-anak majikannya. Pada mulanya anak-anak yang meminta kepada orang tuanya tetapi tidak dikasih terus meminjam kepada Mbah Bing. Tidak jarang, pinjaman itu tidak dikembalikan. Sungguh tragis!

Mbah Bing sudah menjadi bagian dari keluarga simbahku karena loyalitas dan pengabdiannya. Bahkan, Mbah Bing menunaikan tugasnya sampai akhir hayatnya. Pada saat Mbah Bing meninggal dunia, hampir semua anggota keluarga Asmorejo menangisinya. Terutama generasi kedua dari keluarga Asmorejo yang merasakan kasih saying Mbah Bing, yang dalam banyak hal lebih berasa sebagai ibu daripada pembantu. Apalagi sebagai anak-anak mereka lebih merasa dimanja oleh Mbah Bing daripada ibu (biologis) nya sendiri.

Hanya saja, sewaktu Mbah Bing meninggal aku tidak melihat banyak warisan yang berarti secara material bagi keluarganya. Apakah pengabdian sepanjang hidupnya tidak dihargai sebagaimana mestinya? Apakah dalam kapasitasnya sebagai PEKERJA, Mbah Bing sudah diuwongke? Lantas bagaimana dengan Mbah Bing Junior yang bekerja di rumah kita? Sudahkah kita memenuhi hak mereka sebagai pekerja?