humor


Harian Kompas pernah menuliskan artikel tentang Hukum Rimba di Jalan Raya Jakarta yang dapat disimak di sini. Lepas dari artikel tersebut, banyak pendapat dapat dikemukakan, mulai dari arogansi pejabat tinggi di jalan raya, etika pengguna jalan raya, tidak efektifnya (penempatan) marka jalan raya, penegakan hukum (law enforcement), dan seterusnya. Beragam wacana sudah lama menyeruak, meski sampai sekarang kondisi yang ada tidak lebih baik dari sebelumnya, bahkan ada indikasi makin buruk. Apa pasal?

Salah seorang teman mengatakan pokok pangkal berlakunya hukum rimba di jalan raya adalah jenis penghuninya yang memang makhluk rimba. Saya yang serius dengerin minta penjelasan atas statemen yang rada sarkas tersebut. Yang bersangkutan dengan enteng mengatakan, coba siapa penghuni jalan raya? Bukankah mereka adalah para Bebek (sepeda motor), Tiger (sepeda motor), Kijang (mobil), Kuda (mobil), Jaguar (mobil), Kancil (bajaj), Kodok (mobil VW), Panther (mobil), Zebra (mobil Daihatsu)?

gubrak!

berikut asal usul nama kingkong dan “turunannya” menurut sohibul hikayat (terima kasih kepada temen mas Moch Ardan atas ijinnya buat admin untuk nayangin di blog ini) .

Mengapa King Kong digunakan untuk nama Kera atau Monyet Raksasa ?
Mengapa tidak digunakan nama Great Ape, King Monkey, Giant Ape, Giant Monkey atau yang lainnya ?

Menurut ahli bahasa, kata King Kongberasal dari bahasa Inggris dan bahasa Latin, yang artinya Raja Monyet. King artinya Raja (bahasa Inggris) dan Kong artinya Monyet (bahasa Latin).

Berik ut adalah kata-kata yang terkait dengan Kong :

1. Kong Kali Kong:
Artinya banyak Monyet ! Bayangin, Monyet dikalikan dengan Monyet !

2. Kong Res (Kongres) :
Artinya Monyet Ngumpul ! Res singkatan dari Residu, sisa yang terkumpul.

3. Kong Kow :
Artinya, Monyet Gaul ! Kow dari bahasa Mandarin non-formal yang artinya main, bergaul atau ngerumpi. (lagi…)

Lagi iseng menginventaris nama-nama daerah di republik mimpi yang ditiru menjadi nama negara atau nama kota ;-)

1. jerman = jejer kauman (yang ada kauman, a.l. jogja, magelang)
2. perancis = perapatan ciamis (yang punya pangandaran)
3. paris = parang tritis (jogja)
4. holand = cijoho pengkolan (a.l. di tasik, kuningan juga ada) (lagi…)

akronim berikut dikumpulkan dari beragam sumber tanpa bermaksud untuk merendahkan arti dan nilai dari ibadah haji. sekedar memotret apa yang terjadi di sekitar. beberapa menunjukkan potret buram, pahit, bahkan ada yang tragis. jika ada kesamaan nama hanya faktor kebetulan semata, no offense, no hurt feeling please.

Haji Abidin = haji Atas BIaya DINas
Haji Nurdin = haji NURut DINas (nurut=ikut)
Haji Jumadi = haji JUal ruMAh DInas
Haji Jamin = haji atas JAMinan INstansi (lagi…)