Sampai menginjak remaja aku masih menyangka bahwa Mbah Bing adalah anggota keluarga Asmorejo (simbahku) karena ikatan darah. Sampai suatu hari ibuku bercerita bahwa Mbah Bing sebenarnya orang dari tetangga kampung yang ikut simbahku (ngenger), membantu apa yang dia bisa (rewang). Mulai dari urusan domestik (masak, nyuci, mengurus anak, ngerokin Mbah Putri dst) sampai menjemur gabah untuk keluarga simbahku. (lagi…)