wisata bahasa


Kalangan pedagang di candi borobudur punya istilah yang khas dan belum pernah aku temukan di daerah lain. Istilah tsb adalah gadugan. Semacam rezeki nomplok yang didapat pedagang akibat kesalahan pihak pembeli.

Gadugan lebih sering didapatkan oleh pedagang dengan pembeli wisatawan mancanegara (wisman). Meski akhir-akhir ini jarang terjadi seiring dengan makin berkurangnya wisman yang mengunjungi Candi Borobudur. “Terutama sejak peristiwa Bom Bali”, begitu yang sering diungkapkan kalangan pedagang di sana. Seorang pedagang post card misalnya, mendapatkan uang 100 ribu ripis untuk transaksi yang seharusnya Cuma 10 ribu ripis. Bisa jadi londo pembelinya kurang ngeh dengan perbedaan antara pecahan uang sepuluh ribuan dan seratus ribuan. Pecahan yang kebetulan warnanya mirip.

Ada dua kondisi yang biasa terjadi dalam menyikapi hal ini. (lagi…)

Umumnya, yang pertama terlintas begitu mendengar kata Nyonya adalah Nyonya Meneer. tapi kali ini bukan industri jamu cap potret tersebut yang akan aku tuliskan di sini.

Terinspirasi oleh bilboard iklan salah satu produk deterjen yang bertajuk I “love” NY(uci, etrika) , maka keisenganku otak atik gatuk seketika timbul dan baru kali ini bisa diposting di sini.

ternyata, nyonya emang pas banget disingkat dengan NY karena beberapa alasan berikut ini:

1. NYenengin Tuan (suaminya): para suami pasti setuju dengan tugas pokok dan fungsi ini ;-)

2. NYanyi buat Nona: Tuan yang berusaha me-ninabobo-in nona justru jadi bahan ketawaan dalam salah satu iklan pelembut pakaian.

3. NYuci: pekerjaan domestik yang some how melekat pada tanggung jawab ibu rutang, terutama kalau asisten/PRT pulang kampung.

4. NYeterika: idem dengan NYuci

5. NYayur: idem dengan NYuci

6. NYuruh: setidaknya terlihat dalam relasinya dengan asisten/PRT.

7. NYisir: doyan berdandan lama di depan kaca, atau (lagi…)

berikut asal usul nama kingkong dan “turunannya” menurut sohibul hikayat (terima kasih kepada temen mas Moch Ardan atas ijinnya buat admin untuk nayangin di blog ini) .

Mengapa King Kong digunakan untuk nama Kera atau Monyet Raksasa ?
Mengapa tidak digunakan nama Great Ape, King Monkey, Giant Ape, Giant Monkey atau yang lainnya ?

Menurut ahli bahasa, kata King Kongberasal dari bahasa Inggris dan bahasa Latin, yang artinya Raja Monyet. King artinya Raja (bahasa Inggris) dan Kong artinya Monyet (bahasa Latin).

Berik ut adalah kata-kata yang terkait dengan Kong :

1. Kong Kali Kong:
Artinya banyak Monyet ! Bayangin, Monyet dikalikan dengan Monyet !

2. Kong Res (Kongres) :
Artinya Monyet Ngumpul ! Res singkatan dari Residu, sisa yang terkumpul.

3. Kong Kow :
Artinya, Monyet Gaul ! Kow dari bahasa Mandarin non-formal yang artinya main, bergaul atau ngerumpi. (lagi…)

Lagi iseng menginventaris nama-nama daerah di republik mimpi yang ditiru menjadi nama negara atau nama kota ;-)

1. jerman = jejer kauman (yang ada kauman, a.l. jogja, magelang)
2. perancis = perapatan ciamis (yang punya pangandaran)
3. paris = parang tritis (jogja)
4. holand = cijoho pengkolan (a.l. di tasik, kuningan juga ada) (lagi…)

akronim berikut dikumpulkan dari beragam sumber tanpa bermaksud untuk merendahkan arti dan nilai dari ibadah haji. sekedar memotret apa yang terjadi di sekitar. beberapa menunjukkan potret buram, pahit, bahkan ada yang tragis. jika ada kesamaan nama hanya faktor kebetulan semata, no offense, no hurt feeling please.

Haji Abidin = haji Atas BIaya DINas
Haji Nurdin = haji NURut DINas (nurut=ikut)
Haji Jumadi = haji JUal ruMAh DInas
Haji Jamin = haji atas JAMinan INstansi (lagi…)

membaca kiriman email yang satu ini aku geleng-geleng sendiri. apa ndak ada kerjaan lain apa? hehehe… lucu habis. makanya aku posting di sini.

tapi di sisi lain, jadi miris juga menyadari betapa umpatan-umpatan dalam bahasa jawa ini sarkas banget. misalnya aja ndasmu njebluk (kepalamu meletus), ungkapan yang dalam penyampaiannya bisa diungkapkan sambil becanda. Jadi ingat Amrozi, yang oleh media barat dianggap the smiling terorist.

Kamus Popular Bahasa Inggris – Jawa versi terbaru th 2007

Sedoyo, bagi yg lagi belajar bhs inggris-jawa intensip nih, biar
di kate pede spiking-spiking,

1. yes mother dont do that: Yo mbok ojo ngono..
2. your head = enDas mu..
3. your eyes = Matamu…
(lagi…)

Dari obrolan sana sini selama dan sesudah liburan lebaran, ada beberapa hal menarik yang aku coba ramu dan share di blog ini.

Oleh-oleh tersebut berupa ngelmu tentang lebaran, leburan, laburan, liburan, dan luberan. Sepintas seperti permainan kata, otak atik vocal dengan konsonan lbrn, tetapi jika diperhatikan secara seksama nyata sarat nilai-nilai filosofi orang jawa yang merupakan kristalisasi dari aspek spiritual dan kultural. Mari kita tengok satu demi satu.

1. lebaran

kata dasarnya adalah lebar yang artinya sesudah (usainya suatu hal/peristiwa). Dalam bahasa arab ba’da yang dijawanisasi menjadi bodo (dengan pengucapan “d” lemah), sehingga orang jawa menyebut lebaran dengan bodo (riyoyo, kupatan dan besar). Dalam hal ini, Lebaran berarti ramadhan yang merupakan bulan mulia dengan segala keistimewaannya telah usai. Harapannya, umat islam kembali ke fitrahnya. Momentum yang didapat selama ramadhan hendaknya dijaga. Kalau istilah Syafii Antonio, selama berpuasa kita diperintahkan menahan diri dari hal-hal yang dalam situasi normal dihalalkan (a.l. makan, minum, bercampur dengan suami/istri), hendaknya kita lebih mau dan mampu menahan diri dari yang diharamkan (korupsi, berzina dll). (lagi…)

Halaman Berikutnya »